MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Uncategorized

Manajemen sumber daya manusia bukan hal asing dalam manajemen perusahaan. Hal tersebut memang merupakan faktor kunci berkembangnya sebuah perusahaan. Baik perusahaan dagang, pabrikasi, jasa atau bidang lainnya sesuai dengan perkembangan bisnis ke depan.

Secara teori, manajemen sumber daya memiliki pengertian, tujuan dan fungsi yang telah banyak dipaparkan pada artikel-artikel tentang manajemen sumber daya manusia dalam berbagai pendekatan dan analisis yang selalu berkembang. Apabila dicermati dan mengartikannya, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan hal yang sederhana dan dilakukan berdasarkan kebutuhan di tiap perusahaan.

Berdasarkan teori yang banyak diuraikan, fungsi manajemen yang mudah untuk dijadikan acuan adalah fungsi yang dijabarkan oleh Dr. Sondang P. Siagian. Menurut beliau fungsi manajemen itu terdiri dari planning, organizing, motivating, controlling, dan evaluating.

Fungsi planning adalah suatu proses penyusunan rencana atau strategi dari hasil pemikiran dan ide-ide yang akan dikerjakan di masa yang akan datang. Fungsi ini biasanya dilakukan dengan membuat program kerja dan anggaran. Program kerja menjabarkan rencana strategis yang akan dilakukan secara komperehensif dan menyeluruh dan saling berhubungan pada tiap satuan kerja yang saling berhubngan. Begitu juga pada sisi anggaran, tiap program kerja pasti membutuhkan anggaran baik anggaran penerimaan maupun anggaran pengeluaran. Dan hal ini harus direncanakan secara optimal dari sisi pengelolaan sumber daya manusia.

Fungsi Organizing merupakan semua proses mengelola pelaksanaan tugas sumber daya manusia di tiap satuan kerja perusahaan yang mengatur alur kerja, tugas, batas wewenang dan tanggung jawab, setiap karyawan. Hal ini biasanya dilakukan berdasarkan kebutuhan perkembangan organisasi perusahaan untuk menjawab perkembangan tujuan perusahaan secara kumulatif. Sebagai ilustrasi , jika perusahaan akan melakukan diversifikasi produk atau pengembangan produk, dibutuhkan penambahan sumber daya. Penambahan sumber daya ini perlu di organisir agar dapat berjalan secara efektif, efisien dan optimal.

Fungsi motivating merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pemicu rangsangan dan gairah kerja dalam melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenang tiap karyawan. Rangsangan ini dapat berupa system reward and punishment dengan berbagai macam modifikasi sesuai dengan kondisi perusahaan. Biasanya diterapkan dengan memberikan bonus, insentif, tunjangan-tunjangan, sanksi, dan lain sebagainya.

Fungsi controlling dalam manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan pengamatan dan pemantauan kinerja sumber daya manusia untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang dilakukan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Banyak parameter-parameter yang diterapkan dalam rangka pelaksaaan fungsi controlling seperti proses evaluasi jam kerja dan hasil produksi, proses pelaksanaan rutinitas administrasi, dan sebagainya.

Fungsi evaluating merupakan kegiatan pengukuran dan perbandingan hasil-hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan dengan hasil-hasil yang seharusnya dicapai. Dalam hal ini, telah dikemukan dalam perencanaan manajemen sumber daya manusia dilakukan dengan cara mmbuat program kerja dan anggaran yang berfungsi sebagai dasar perbandingan antara rencana hasil pekerjaan dengan realisasi pelaksanaan pekerjaan.

Seperti seluruh uraian di atas, timbul banyak pertanyaan bagaimana perusahaan menerapkan seluruh teori dimaksud ? Jelas penerapan hal tersebut berdasarkan kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Nusantara Konsultan memberikan kisi-kisi dalam implementasinya.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *